Bemper Jupiter MX dicium Toyota Innova

Posted by timotius witono on Dec 22, 2008 in obrolan ringan |

Siang ini berangkat ke ke RS AURI Dr. Salamun, lokasinya di Ciumbuleuit atasnya Unpar. Rencana mau menemani Fajar untuk menemui pak Hendro di Salamun.

Karena berangkat dari kantor di Maranatha (Jl. Surya Sumantri), maka jalurnya lewat Setrasari terus tembus ke Cemara dan masuk ke Cipaganti baru ke arah Ciumbuleuit.

Dengan mantapnya MX ditarik, ternyata rantai copot pas di turunan dari perumnas Sarijadi. Waduh, untung sepi jadi tidak ada yg mengganggu kenikmatan copotnya rantai. Belepotan sedikit, butuh waktu 2 menit, siap jalan lagi. Kali ini sudah tidak mantap lagi narik MX, agak berdebar-debar jantungnya, takut copot lagi jadi agak hati-hati dan pelan-pelan. Alhasil terbukti, copot kedua kalinya di pertigaan Sukahaji. Untung juga sepi jadi bisa menepi, 2 menit jalan lagi, belepotan sih pasti. Pikiran sudah mulai bercabang “Kembali saja ke Maranatha ? Telpon Fajar kalau tidak bisa menemani ?”… “Ah, nekat saja, kan baru dua kali!”. Akhirnya dijalankan lagi dengan lebih berdebar-debar, awalnya sukses dan baru copot pas di tikungan Setiabudi-Cihampelas. Kali ini rantainya mengikat gear, sampai ban belakang tidak bisa berputar. Alhasil motor berhenti tiba-tiba dan “Jduks…sia..” Innova item di belakang nyosor bemper dan ban belakang. Aduh, untung tidak terlalu kencang. Akhirnya sambil diseret ban belakangnya, karena tidak bisa berputar, MX dipinggirkan dan mau dipasang lagi rantainya. Kali ini sulit, rantai terjepit, butuh waktu sekira 10 menit baru bisa terpasang lagi. Kali ini kapok !!! Angkat HP, telpon Fajar “Maaf Jar, aku ndak bisa nemenin !”. Ketimbang copot di tanjakan Ciumbuleuit, kebayang dong kalo MX ngegelundung ke belakang.

O iya, Innova yang nyosor sempet berhenti, tapi diem aja liat orang pusing masang rantai gak bisa-bisa, jalan lagi dah dianya :) So, dengan kecepatan 20 sampai 30KM/jam akhirnya memutuskan pulang ke Maranatha. (MX jalan 20-30 KM/jam ? Sama aja bemo :) ) Berhasil, tidak copot lagi sampai Maranatha. Akhirnya beres-beres, dan pulang sembari mampir ke bengkel Yamaha di depan Istana Plaza. Rantainya memang kendor abis, tapi juga faktor gear dan rantai (satu set) sudah habis (aus) dan harus ganti kalau servis berikutnya. Setelah servis, pulang dengan kecepatan normal tapi masih agak trauma dicium Innova, akhirnya jalan agak minggir deh, ngalah daripada dicium tronton :)

Sedikit bercanda dengan Fajar di YM, rasanya sudah saatnya mengganti MX dengan Innova. Pengennya sich Jar kalo tiba-tiba ada St.Claus yg taruh di garasi rumahku :)

4 Comments

indra
Dec 30, 2008 at 4:00 pm

tak kusangka pengorbananmu begitu besar untuk tugas RKPLS..
aku ikut mendoakan segera dapat innova
:)


 
timotius witono
Jan 16, 2009 at 11:30 pm

Hahaha :) iya ndra, itu perjuangan kita kuliah… ayo smangat ndra…


 
Tj
Apr 1, 2009 at 10:00 am

Makanya Timo, rante sekali2 harus diperiksa kekencangannya.
Kalau ganti rante & gear mendingan cari part di toko acessories, ada rante gold & chrome
& gear yg lebih bagus daripada standar pabrik.
Kalu temen2 athlete biasanya cari di DS (jl pungkur)


 
timotius witono
Apr 2, 2009 at 5:07 am

Hehe, sudah terlanjur ganti standard Yamaha pak.
Tx untuk informasinya, akan dilaksanakan 2 taon lagi saat rantai minta ganti lagi :)


 

Reply

Copyright © 2010 timotius witono All rights reserved. Theme by Laptop Geek.